Blog

Kisah Iklan di Indonesia

05 Juli 2013  11:20:15  oleh : Admin

Dilihat dari sejarah iklan atau pariwara pertama kali ada di Indonesia, iklan pada zaman dahulu atau dulu dikenal dengan istilah reklame sama seperti abad ke-20, iklan salah satu kegunaannya adalah untuk memberikan informasi. Dunia periklanan Indonesia bukanlah perwujudan yang seketika atau baru saja terjadi. Sejak zaman dahulu, ketika persaingan dagang begitu ketat di antara pedagang-pedagang asing, terutama Belanda dan Portugis, iklan sudah menjadi bagian penting untuk memenangi persaingan perdagangan.

 

Semuanya berawal dari kedatangan Jan Pieterszoon Coen pada 30 Mei 1619, sekitar 23 tahun setelah untuk pertama kali orang-orang Belanda yang dipimpin Cornelis de Houtman tiba di lepas pantai Barat Laut Pulau Jawa untuk berdagang. Untuk bisa menguasai perdagangan, Belanda harus bersaing dengan orang-orang Portugis, Inggris, dan orang-orang asing lainnya. Untuk melakukan semua kegiatan perdagangan itu, Belanda memerlukan peyiaran berita dan iklan sebagai pendukung dari kegiatan perdagangannya.

 

Suatu ketika pada masa pemerintahannya Jan Peterszoon Coen “menulis” iklan untuk melawan secara psikologis aktivitas perdagangan Portugis, dengan mengirimkan lembaran informasi ke pemerintahan setempat di Ambon dengan judul Memorie De Nouvelles.

 

Lebih dari satu abad kemudian, tulisan Jan Peterszoon Coen diterbitkan kembali di surat kabar Bataviaasche Nouvelles pada tanggal 17 Agustus 1744. Ini berarti iklan buatan Jan Peterszoon Coen merupakan iklan pertama di Hindia Belanda.

 

Menurut Bedjo Riyanto, dalam iklan surat kabar dan perubahan Masyarakat di Jawa Masa Kolonial (1870 – 1975), bentuk pribumisasi dalam desain grafis iklan surat kabar dimulai pda abad ke-20, yakni dengan tampilnya rancangan iklan yang mengangkat khazanah visual kehidupan masyarakat lokal. Pengaruh perubahan Barat, yakni gaya Art Noveau atau disebut juga Art Deco juga mulai tampak. Semua ini tak lepas dari dukungan dan kreativitas seniman dan desainer iklan yang khusus didatangkan oleh perusahaan raksasa Batafsche Petroleum Maatschappij dan General Motor yang mempunyai divisi iklan sendiri, F Van Bemmel, Is Van Mens, dan Cor Van Deutekom. Mereka bertiga kemudian mendirikan usaha periklanan yang tergabung dalam kantor berita dan perusahaan pemerintah yaitu Aneta.


Dunia periklanan mulai mendapatkan tempat dalam mata rantai perdagangan. N.V Algemeen Reclame Bureau Excelsior adalah biro reklame pertama yang melakukan mengiklankan diri pada tahun 1920. Iklan diri biro reklame tersebut mulai bermunculan pada saat itu karena persaingan antar biro reklame. Beberapa artikel yang mempromosikan pentingnya iklan bagi perusahaan yang ingin meraih sukses muncul pada tahun 1930 yang terbit hingga masa pendudukan Jepang.

 

Sumber: RTS Masli, "Cakap Kecap" (1972 – 2003)

 PPPI (Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia

Leave your comment

Name
Email
Comment
 
  Masukkan kode - kode diatas
Comment(s)
0 Comment

Our Services